Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengonsolidasikan penanganan dampak gempa Flores melalui tiga sektor utama, yakni infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Konsolidasi tersebut dilakukan melalui rapat bersama jajaran Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Rabu (2/9/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan gempa tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah Provinsi NTT mulai mengarahkan penanganan menuju tahap pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak secara terencana, terukur, dan berbasis data.

99.214 Rumah Rusak akibat Gempa Flores

Berdasarkan data BPBD Provinsi NTT per 2 September 2026, sebanyak 99.214 rumah tercatat mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.092 rumah mengalami rusak berat, 22.525 rumah rusak sedang, dan 50.597 rumah mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas pelayanan dasar. Tercatat 2.310 satuan pendidikan, 664 kantor pemerintah, 600 rumah ibadah, 654 fasilitas pelayanan kesehatan, 6.840 fasilitas umum, serta 36 sarana air bersih mengalami kerusakan.

Besarnya dampak tersebut membuat pemerintah perlu melakukan penanganan lintas sektor agar proses pemulihan berjalan terkoordinasi.

Gubernur Minta Data Kerusakan Infrastruktur Diverifikasi

Pada sektor infrastruktur, Melki meminta Dinas PUPR mempercepat pendataan dan validasi seluruh kerusakan akibat gempa.