Kebutuhan serupa juga dirasakan sejumlah sekolah lainnya di Kecamatan Elar.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sekolah dari jenjang TK/PAUD hingga SMA membutuhkan terpal untuk mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat.

Sejumlah satuan pendidikan yang disebut membutuhkan perhatian antara lain:

Iklan
  • SDI Compang Ngeles
  • SDI Tiwu Lenang
  • SD Reweng
  • SD Watu Ling
  • SMP Satap Watu Ling
  • SDI Mbaing Tasik
  • SD Mboeng
  • SMP di Desa Wae Lokom
  • SMA Negeri 1 Elar
  • SMP Negeri 1 Elar

Selain sekolah-sekolah tersebut, masih terdapat satuan pendidikan lainnya di wilayah Kecamatan Elar yang menghadapi kondisi serupa.

Terpal Menjadi Simbol Harapan Anak-Anak Elar

Bagi warga Elar, terpal yang digunakan sebagai atap ruang kelas darurat bukan sekadar perlengkapan sementara.

Di balik lembaran terpal itu terdapat harapan agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar dan menatap masa depan meski bencana telah merusak fasilitas pendidikan mereka.

Guru dan orang tua menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak harus berhenti ketika fasilitas mengalami kerusakan. Gotong royong menjadi kekuatan untuk mempertahankan kegiatan belajar di tengah keterbatasan.

Namun, upaya masyarakat tersebut tetap membutuhkan dukungan pemerintah agar ruang belajar darurat dapat menjadi lebih aman dan layak.