Pengumpulan data kesiapsiagaan masyarakat tersebut akan menggunakan aplikasi InaRISK Personal.

Hasil IKD, IKM, data bahaya, dan kerentanan nantinya akan dianalisis secara bersama untuk menghasilkan rekomendasi berdasarkan jenis ancaman dan lokasi.

Dengan pendekatan tersebut, rekomendasi KRB diharapkan dapat lebih spesifik, termasuk menunjukkan wilayah atau kelurahan yang membutuhkan tindakan pengurangan risiko tertentu.

Iklan

KRB akan Menghasilkan Empat Produk

Penyusunan KRB Kota Kupang 2027–2031 tidak hanya menghasilkan dokumen kajian.

Kristian menyebut terdapat empat keluaran utama yang akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Kupang, yakni dokumen KRB, album peta, tabulasi angka dan indeks, serta data spasial.

Ketersediaan data spasial dinilai penting karena memungkinkan pemerintah kota menggunakan kembali data hasil pemetaan dan melakukan peninjauan ketika dibutuhkan dalam proses perencanaan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, meminta perangkat daerah ikut memperkuat kajian dengan menyediakan catatan kejadian bencana yang lebih lengkap.

Menurut Ernest, data kejadian tidak cukup hanya mencatat bahwa sebuah bencana pernah terjadi. Informasi juga perlu memuat waktu kejadian, lokasi, korban, hingga tingkat keparahan dampaknya.