Hasil pemetaan sementara menunjukkan bahwa cuaca ekstrem, kekeringan, dan gempa bumi memiliki cakupan wilayah yang luas. Ancaman kebakaran hutan dan lahan terlihat menonjol di wilayah perbukitan bagian selatan.

Sementara sejumlah ancaman pesisir terkonsentrasi pada lokasi tertentu. Beberapa kelurahan yang menjadi perhatian dalam analisis multiancaman awal antara lain Lai Lai Bisi Kopan, Fatubesi, Pasir Panjang, dan Tode Kisar.

Namun, hasil tersebut belum dapat digunakan untuk menyimpulkan tingkat risiko akhir karena kajian kerentanan dan kapasitas masih harus diselesaikan.

Iklan

IKD dan IKM jadi Bagian Penting Kajian

Untuk menentukan tingkat risiko secara lebih menyeluruh, tim akan menggabungkan data bahaya dengan hasil analisis kerentanan dan kapasitas.

Kristian menjelaskan, kapasitas akan dilihat melalui dua instrumen, yakni Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM).

IKD digunakan untuk melihat kemampuan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, sedangkan IKM menggambarkan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat kelurahan.

Pengisian IKD yang dipimpin Kristian pada hari yang sama telah memasuki tahap diskusi kelompok terarah. Sementara survei IKM akan dilakukan oleh tim yang dibentuk BPBD dengan melibatkan narasumber kunci di tingkat kelurahan.