Tim diarahkan ke wilayah Nagekeo dan Ende, Manggarai Timur, serta Manggarai yang sekaligus menjangkau kawasan Manggarai Barat dan Ngada.

Perjalanan menuju wilayah Manggarai menjadi salah satu tantangan berat. Tim harus melewati jalan berliku, titik longsor, serta sejumlah ruas jalan yang terdampak kerusakan akibat gempa dan gempa susulan.

Perwakilan Menwa Undana, Vento Ketman Alian Taneo, mengatakan tim tiba di Ruteng sekitar tengah malam dengan kondisi cuaca yang sangat dingin.

Iklan

Setelah tiba, relawan langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai untuk menentukan langkah penanganan darurat.

Tiga relawan Menwa kemudian dikirim ke Kecamatan Reok untuk membantu mendirikan tenda pengungsian terpadu menjelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI pada pagi hari.

“Kami tiba di Ruteng sekitar pukul 12 malam dengan suhu udara yang sangat dingin. Tanpa menunda waktu, kami langsung melapor dan berkoordinasi dengan kantor BPBD Kabupaten Manggarai untuk memetakan langkah penanganan darurat malam itu juga,” kata Vento.

Pengungsi Tidur di Tanah, Bantuan Belum Merata

Di lapangan, relawan Undana menemukan kondisi pengungsi yang masih memprihatinkan.

Sebagian warga bertahan dalam pengungsian mandiri dengan kondisi seadanya. Suhu udara yang sangat dingin memperberat situasi, sementara trauma terhadap gempa susulan membuat sejumlah warga memilih tetap tidur di luar rumah.