Posko utama didirikan di Gedung Dharma Wanita Undana dan Sekretariat Resimen Mahasiswa (Menwa).

Posko tersebut berfungsi sebagai pusat pengumpulan donasi berupa uang tunai, sembako, perlengkapan pengungsian, sekaligus hub koordinasi bantuan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dari luar NTT.

Koordinator Relawan Undana, Fransiskus W. Dambu, S.H., menjelaskan bahwa proses seleksi personel dilakukan secara khusus dengan mempertimbangkan kemampuan fisik, mental, serta pengalaman penanganan kondisi darurat.

Iklan

Personel berasal dari unsur Menwa, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), dan Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Undana.

Tim tahap awal terdiri dari 19 personel yang terdiri atas 15 mahasiswa, empat dosen pendamping, dan satu tenaga kependidikan.

Mereka berangkat dari Kupang menuju Ende menggunakan Kapal Dharma Rucitra. Tim membawa kendaraan pick-up yang memuat genset, terpal, selimut, bahan pangan, hingga perlengkapan sanitasi darurat.

“Undana sebagai institusi pendidikan tinggi terbesar di region ini harus mengambil peran aktif secara langsung. Karena medan bencana membutuhkan daya tahan fisik dan mental yang kuat, kami menyaring mahasiswa dari unsur Menwa, Mapala, dan Tim Bantuan Medis (TDM) Fakultas Kedokteran yang sudah memiliki pengalaman penanganan bencana,” ujar Fransiskus.

Relawan Undana Tembus Medan Sulit

Sesampainya di Ende sekitar pukul 08.00 WITA, rombongan kemudian membagi kekuatan ke sejumlah wilayah sasaran.