Waingapu, RakyatNTT.ID – Potensi rumput laut di Desa Tanamanang, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, mulai didorong menjadi sumber ekonomi bernilai tambah.

Kelompok Guru Besar Universitas Nusa Cendana (Undana) hadir melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan mendampingi warga mengembangkan rumput laut dari tahap budidaya hingga pengolahan produk.

Program tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Marcelien Djublina Ratoe Oedjoe, M.Si., bersama Prof. Dr. Yuliana Salosso, S.Pi., M.Pi., Prof. Dr. Drs. Petrus Ly, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Markus M. Kleden, M.Si., dan Dr. Ade Yulita Hesti Lukas, S.Pi., M.Si.

Iklan

Desa Tanamanang memiliki potensi pengembangan budidaya rumput laut. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan peningkatan kesejahteraan karena sebagian hasil panen masih dijual sebagai bahan mentah atau rumput laut kering. Kondisi itu membuat nilai ekonomi yang diterima pembudidaya relatif terbatas dan bergantung pada perubahan harga pasar.

Tak Sekadar Meningkatkan Produksi

Program pengabdian Guru Besar Undana tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi rumput laut. Pendampingan diarahkan agar masyarakat mampu mengolah hasil budidaya menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.