Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ruteng, RakyatNTT.ID – Di tengah keterbatasan kehidupan di tenda pengungsian pascagempa bumi, kebutuhan kesehatan reproduksi perempuan menjadi perhatian Kelompok KKN Tematik Wilayah Manggarai Universitas Nusa Cendana (Undana).
Sebanyak 65 remaja putri penyintas gempa bumi di Dusun Welong, Desa Wae Mulu, Kabupaten Manggarai, menerima bantuan donasi pembalut dari mahasiswa KKN Tematik Undana, Minggu (7/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan seusai perayaan ibadat misa Minggu yang digelar di dalam tenda darurat di dusun setempat. Penyaluran bantuan menjadi bentuk respons mahasiswa terhadap kebutuhan spesifik perempuan yang sering kali luput dari perhatian dalam situasi darurat bencana.
Bagi para remaja putri yang kini tinggal di tenda pengungsian maupun rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa, ketersediaan sarana sanitasi reproduksi bukan sekadar kebutuhan sehari-hari.
Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan, kenyamanan, sekaligus martabat mereka selama menjalani masa pemulihan pascabencana.
Mahasiswa Undana Terlibat dalam Pelayanan di Tenda Darurat
Selain menyalurkan bantuan, mahasiswa KKN Tematik Undana juga terlibat langsung dalam penyelenggaraan ibadat Minggu di tenda darurat.
Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa KKN Tematik Undana bersama jajaran guru SDI Welong untuk menghadirkan ruang aman bagi masyarakat agar tetap dapat menjalankan ibadah di tengah kondisi pascabencana.
Mahasiswa Undana turut mengambil bagian sebagai petugas liturgi bersama masyarakat dalam perayaan tersebut.
Keterlibatan itu menjadi bagian dari pendekatan sosial yang dilakukan mahasiswa untuk membangun kedekatan dengan warga terdampak gempa. Interaksi langsung dengan masyarakat diharapkan dapat membantu proses pendampingan sekaligus memberikan dukungan sosial dan psikologis selama masa pemulihan.
Setelah ibadat selesai, bantuan pembalut kemudian diserahkan secara langsung kepada 65 remaja putri penyintas gempa yang hadir di tenda darurat.
Bantuan tersebut mendapat sambutan antusias dari para penerima. Di tengah kondisi serba terbatas akibat bencana, bantuan sederhana itu menjadi bentuk perhatian terhadap kebutuhan perempuan yang tidak dapat ditunda.
Kesehatan Reproduksi Perempuan Tak Boleh Terabaikan
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN Tematik Undana, Maria K.D. Sambang, M.M., mengatakan kebutuhan spesifik perempuan sering kali terabaikan ketika bencana terjadi.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan sanitasi reproduksi harus menjadi bagian dari penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana.
“Kebutuhan spesifik perempuan sering kali terabaikan dalam situasi bencana. Padahal, menjaga kesehatan dan martabat remaja putri adalah bagian dari pemulihan yang tidak bisa ditunda. Bantuan ini kecil, tetapi tim KKNT Undana berharap bisa meringankan beban mereka,” ujar Maria.
Kondisi pengungsian dengan fasilitas sanitasi yang terbatas dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai persoalan kesehatan. Karena itu, bantuan yang menyasar kebutuhan spesifik perempuan menjadi bagian penting dari upaya memastikan proses pemulihan berjalan secara inklusif.
Terlebih bagi remaja putri, tersedianya perlengkapan sanitasi yang memadai dapat membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman selama berada di lokasi pengungsian.
KKN Undana Dorong Pemulihan yang Lebih Inklusif
Penyaluran bantuan pembalut kepada 65 remaja putri tersebut menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya berfokus pada kebutuhan umum seperti pangan, tempat tinggal, dan fasilitas fisik.
Kebutuhan kelompok rentan, termasuk perempuan dan remaja putri, juga perlu mendapat perhatian dalam setiap tahapan penanganan bencana.
Melalui program KKN Tematik, mahasiswa Undana berupaya hadir langsung di tengah masyarakat dengan merespons kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Bantuan sanitasi reproduksi tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang berorientasi pada kebutuhan nyata warga terdampak gempa di Dusun Welong.
Lebih dari sekadar membagikan pembalut, aksi tersebut membawa pesan bahwa pemulihan pascabencana juga menyangkut kesehatan, rasa aman, dan martabat kelompok rentan.
Di tengah perjuangan warga untuk kembali bangkit, perhatian terhadap kebutuhan kecil namun mendasar seperti kesehatan reproduksi dapat menjadi bagian penting dari proses pemulihan yang lebih manusiawi dan menyeluruh. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan