“Kami juga desak untuk mau dilakukan untuk sebagai pegangan, ternyata dokter pun tidak bisa karena massa sudah menguasai jenazah,” kata Yohanis.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga. Menurut Yohanis, keluarga membawa jenazah tersebut ke Walakaka sekitar pukul 01.00 Wita.

“Sampai detik ini, kami juga belum dapat info pasti. Kami sudah turunkan Intel untuk cek terkait dengan meninggalnya korban ini terkait masalah apa, karena kami masih berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan,” ujarnya.

Iklan

Untuk mencegah situasi semakin meluas, Polres Sumba Barat mendapat tambahan personel dari Brimob.

Yohanis mengatakan, sekitar 100 personel disiagakan, termasuk bantuan Brimob dari Sumba Barat Daya (SBD), Sumba Tengah, dan Sumba Timur.

Personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi terjadi konflik.

Selain itu, polisi mengaktifkan personel Binmas untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan personel Intel untuk memetakan situasi.

“Tetap kami siagakan personel Polisi untuk tetap membuat situasi daerah tetap aman dan kondusif,” katanya.

Yohanis mengatakan, polisi melakukan patroli dan membubarkan massa yang masih berkumpul sekitar pukul 03.00 Wita.

“Tadi malam sekitar jam 3 pagi, itu kami melakukan pencairan massa. Yang masih ada beberapa yang masih berkumpul, sudah kami cairkan,” ujarnya.