Di tengah situasi tersebut, polisi kemudian menerima informasi mengenai adanya korban lain yang meninggal dunia dan disebut terkena proyektil.

Yohanis mengaku pihaknya terkejut mendengar informasi tersebut.

“Kemudian diberitahukan oleh teman-teman dari rumah sakit bahwa ada korban juga yang meninggal dunia. Kami sempat kaget juga, dari mana kok bisa ada yang meninggal dunia, hanya kena peluru,” kata Yohanis kepada sejumlah wartawan, Rabu (16/9/2026).

Iklan

Menurut Yohanis, personel yang diturunkan untuk mengamankan massa telah melalui pengecekan dan hanya dibekali gas air mata serta peluru hampa.

“Saya bilang, sabar. Karena personil yang kami turunkan di lapangan ini, sesuai dengan administrasi dan hasil pengecekan pengawasan yang ketat, kami hanya izin mengeluarkan gas air mata dan peluru hampa,” ujarnya.

Karena itu, Yohanis mempertanyakan asal proyektil yang disebut mengenai korban.

“Makanya pada saat bilang ada penembakan, saya bilang tidak mungkin,” katanya.

Yohanis mengatakan, polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Namun, pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah disebut tidak dapat dilakukan karena kondisi rumah sakit ketika itu dipenuhi massa.