Mbay, RakyatNTT.ID – Memasuki hari ke-18 setelah gempa bumi Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), aktivitas pendidikan di sejumlah daerah terdampak mulai kembali berjalan.

Ratusan siswa SMK Negeri 1 Aesesa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, kembali ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Namun, aktivitas belajar mereka belum berlangsung di ruang kelas seperti sebelum gempa. Sebagian siswa harus belajar di bawah tenda darurat dan terpal sederhana karena sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan.

Meski masih diliputi rasa takut dan trauma akibat gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026, para siswa tetap berusaha mengikuti pembelajaran. Bagi mereka, sekolah menjadi tempat penting untuk kembali membangun rutinitas sekaligus memulihkan semangat setelah bencana.

Ruang Kelas Rusak, Tenda jadi Tempat Belajar

Dari kejauhan, kondisi SMKN 1 Aesesa memperlihatkan pemandangan yang berbeda dibandingkan sebelum gempa.

Sejumlah ruang kelas yang sebelumnya digunakan siswa kini tidak dapat dimanfaatkan. Dinding bangunan tampak mengalami retakan, sementara beberapa bagian plafon roboh.

Di antara bangunan sekolah tersebut berdiri deretan tenda berwarna putih dan terpal sederhana berwarna biru yang digunakan sebagai ruang belajar sementara.