Karena itu, GAMKI Sumba Tengah mempertanyakan bagaimana ratusan ekor kuda dapat melintas hingga tiba di Memboro tanpa adanya pemeriksaan yang maksimal.

“Kami melihat ini sebagai kesalahan fatal. Kuda-kuda ini datang dari arah Sumba Barat, melewati beberapa titik dan wilayah pengawasan, tetapi bisa sampai di sini,” katanya.

Asra juga membantah narasi yang menyebut wilayah Watu Asa sebagai tempat penampungan kuda curian.

Menurutnya, justru masyarakat dan pihak di wilayah tersebut yang pertama kali memberikan informasi kepada aparat terkait keberadaan kandang penampungan tersebut.

Ia bahkan mengaku menjadi salah satu pihak yang menyampaikan informasi mengenai keberadaan kandang tersebut kepada Polsek Memboro.

Setelah muncul persoalan terkait dua ekor kuda yang diduga hasil curian, pihaknya kembali meminta agar aparat segera melakukan penanganan.

Meski menegaskan bahwa tidak semua kuda tersebut bermasalah, GAMKI Sumba Tengah mengambil sikap tegas.

Sebanyak 102 ekor kuda yang masih berada di lokasi penampungan diminta untuk sementara tidak dikeluarkan dari Pulau Sumba.

Langkah itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat yang merasa kehilangan kuda agar datang langsung melakukan pengecekan.