Kalabahi, RakyatNTT.ID – Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 Tahun 2026 di Kabupaten Alor resmi berakhir. Penutupan sekaligus penarikan mahasiswa dari lima desa lokasi pengabdian dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026.

Program yang berlangsung sejak 9 Juli hingga 31 Agustus 2026 ini merupakan hasil kolaborasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur, perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Alor, pemerintah desa, masyarakat, serta sejumlah mitra pembangunan.

Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong mahasiswa terlibat langsung dalam menjawab persoalan pembangunan sekaligus mengembangkan potensi yang ada di tengah masyarakat.

KKN Tematik GENTASKIN Libatkan 2.319 Mahasiswa

Dalam laporan pelaksanaan yang dibacakan Solaiman Mario Manafe, SE., MM., mewakili Koordinator LLDIKTI Wilayah XV, ditegaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik bukan sekadar kegiatan akademik dengan menempatkan mahasiswa di desa.

Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.