Kupang, RakyatNTT.ID – Kisah perjuangan Nenik Agung, mahasiswi baru Universitas Nusa Cendana (Undana) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 asal Kabupaten Manggarai Timur, mendapat perhatian dan apresiasi khusus dari pimpinan kampus.

Nenik sebelumnya menjadi sorotan publik setelah videonya memanjat atap seng hingga naik ke atas pohon demi mencari sinyal internet saat mengikuti wawancara Uang Kuliah Tunggal (UKT) viral di media sosial.

Aksi tersebut dilakukan karena wilayah tempat tinggalnya mengalami pemadaman listrik, sementara ia harus tetap mengikuti tahapan administrasi sebagai calon mahasiswa baru.

Iklan

Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan kegigihan tersebut, pimpinan Universitas Nusa Cendana menerima langsung kedatangan Nenik di Gedung Rektorat Undana pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Pertemuan itu dihadiri jajaran pimpinan kampus, antara lain Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si., serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.

Dalam kesempatan tersebut, Undana menyerahkan bantuan berupa satu unit laptop baru beserta perangkat pendukung perkuliahan untuk menunjang aktivitas akademik Nenik selama menempuh pendidikan.

Tidak hanya itu, pihak kampus juga berkomitmen membantu penyesuaian besaran UKT serta mengawal proses administrasi Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) agar kendala ekonomi tidak menghambat cita-cita Nenik.

Undana juga sedang melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memastikan proses pengajuan KIP Kuliah Nenik berjalan lancar, termasuk penyelarasan data pada sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Wakil Rektor III Undana, Dr. Rudi Rohi, menegaskan bahwa kampus tidak akan tinggal diam melihat semangat luar biasa yang ditunjukkan calon mahasiswa seperti Nenik.

“Terima kasih sudah berjuang melewati sejumlah tantangan hanya untuk mendaftar sebagai mahasiswa Undana. Ini menjelaskan betapa kuatnya keinginan Nenik untuk kuliah. Dari pimpinan dan seluruh civitas akademika Undana, kami ingin membantu dan memastikan Nenik bisa melangkah bersama kita di sini,” ujar Dr. Rudi.

Nenik Agung diketahui merupakan calon sarjana pertama di keluarganya yang berasal dari latar belakang ekonomi sederhana. Demi mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Kupang, ia harus menempuh perjalanan laut selama satu hari satu malam.

Perjuangannya semakin menyentuh banyak pihak ketika ia rela memanjat pohon di bawah terik matahari demi mendapatkan sinyal internet agar dapat menyelesaikan proses wawancara UKT.

Menerima bantuan dan perhatian dari pimpinan kampus, Nenik mengaku terharu dan semakin termotivasi untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Saya sangat terharu dan bangga sekali bisa lulus di Kampus Undana. Untuk teman-teman di luar sana, tetaplah semangat karena setiap perjuangan membutuhkan proses. Semoga saya bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan mendapatkan KIP Kuliah untuk mewujudkan cita-cita saya,” tutur Nenik.

Melalui dukungan berupa penyesuaian UKT, pendampingan pengajuan KIP Kuliah, hingga bantuan fasilitas belajar, Undana menegaskan komitmennya sebagai kampus yang peduli terhadap mahasiswa berprestasi dan gigih berjuang, serta memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik. (*/rnc)