Tak hanya logistik, Polri juga membawa 10 unit Wi-Fi portable untuk membantu memulihkan kebutuhan komunikasi di wilayah terdampak.

Menurut Trunoyudo, ketersediaan jaringan komunikasi sangat penting dalam situasi bencana. Dengan komunikasi yang lebih baik, informasi mengenai kondisi korban dan kebutuhan masyarakat di lapangan dapat diterima dengan lebih cepat.

“Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat,” jelasnya.

Iklan

Tim Trauma Healing Turut Dikerahkan

Dukungan Polri dalam penanganan gempa NTT tidak hanya berfokus pada pencarian korban dan distribusi bantuan. Polri juga menerjunkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat, terutama bagi warga yang kehilangan anggota keluarga, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun masih berada dalam kondisi trauma akibat gempa.

Polri memastikan pengiriman bantuan akan dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan data kebutuhan terbaru di lapangan.

Pengiriman bantuan lanjutan direncanakan kembali dilakukan pada Senin (17/8/2026) dan akan terus dilanjutkan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.