Beberapa agenda yang dibahas meliputi:

  • Penguatan sistem rujukan dan akses obat ARV lintas batas.
  • Edukasi masyarakat secara masif melalui program “Pojok Baca” dan kampanye bulanan di kawasan perbatasan.
  • Layanan Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi.
  • Penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan kesehatan sekaligus mendorong deteksi dini.

Hari AIDS Sedunia akan Digelar Bersama

Selain membahas strategi penanganan HIV/AIDS, kedua pihak juga menyambut rencana kegiatan bersama dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2026.

Iklan

Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung secara serentak di sejumlah titik perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS sekaligus memperkuat pesan tentang pentingnya pencegahan, pemeriksaan, pengobatan, dan penghapusan stigma.

Melalui forum koordinasi tersebut, Pemkab Belu berharap lahir strategi penanganan HIV/AIDS yang efektif, humanis, dan berkelanjutan.

Kolaborasi lintas negara ini diharapkan sekaligus dapat mendorong Kabupaten Belu menjadi salah satu model kawasan perbatasan yang sehat, aman, serta bebas dari stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.