Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Angka kasus yang terdeteksi hanyalah ujung dari gunung es, sementara penyebaran di bawahnya seperti jaring laba-laba yang sulit dideteksi,” ujar Nikolaus.
Berdasarkan data hingga Juni 2026, jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Belu tercatat 450 orang. Pada 2026 juga terdapat tren peningkatan deteksi kasus baru.
Menurut Nikolaus, kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat di kedua sisi perbatasan.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat di kedua sisi perbatasan,” tegasnya.
Mobilitas Warga jadi Tantangan Pencegahan
Nikolaus menjelaskan mobilitas masyarakat antara Indonesia dan Timor Leste menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS.
Pergerakan warga lintas batas dapat meningkat pada momentum tertentu, seperti kegiatan adat maupun pesta. Kondisi tersebut membuat pemantauan penularan menjadi lebih kompleks, terlebih pelayanan kesehatan tetap harus memperhatikan aspek hak asasi manusia.
Ia menegaskan target nasional eliminasi HIV/AIDS pada 2030 membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
Target tersebut mencakup Zero New Infection, Zero Discrimination, dan Zero AIDS-related Death.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan