Karena itu, upaya pencegahan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi, deteksi dini, akses layanan kesehatan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi.

Timor Leste Dorong Kesepakatan Bersama

Presiden INCIDA Timor Leste, Daniel Marcal, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Belu dalam memperkuat koordinasi penanganan HIV/AIDS di kawasan perbatasan.

Menurutnya, persoalan HIV/AIDS di wilayah perbatasan merupakan tanggung jawab bersama karena masyarakat di kawasan tersebut memiliki mobilitas yang tinggi.

Iklan

“Masyarakat di garis perbatasan hidup dalam dinamika yang cair. Mereka berpindah dari Indonesia ke Timor Leste dan sebaliknya tanpa hambatan signifikan,” ujar Daniel.

Ia mengapresiasi keterbukaan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dalam membangun koordinasi dengan pihak Timor Leste.

Daniel juga menyoroti kerja sama pelayanan kesehatan bagi masyarakat kedua negara. Salah satunya terkait akses obat antiretroviral (ARV) bagi warga Timor Leste yang mengambil obat di Puskesmas Motaain, Belu, maupun sebaliknya.

Ia mendorong agar kerja sama tersebut diperkuat melalui penyusunan dokumen Joint Agreement sebagai dasar pelaksanaan kegiatan pencegahan dan penanganan HIV/AIDS secara lebih terstruktur.

Empat Strategi Jadi Bahasan Utama

Dalam rapat koordinasi tersebut, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, perwakilan CD Bethesda Yakkum, serta tim teknis INCIDA Timor Leste membahas sejumlah strategi penanganan HIV/AIDS di kawasan perbatasan.