Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana: jangan jadikan pernikahan sebagai jalan pintas untuk melarikan diri dari masalah. Menikahlah ketika tubuh, pikiran, dan kemampuan menafkahi sudah siap. Menikahlah untuk membangun keluarga yang kokoh, bukan demi menutup rasa malu atau lepas dari beban. Pendidikan dituntaskan dulu, keterampilan diasah, kemandirian diwujudkan. Jangan karena tergesa-gesa hari ini, kehilangan peluang meraih kebahagiaan yang sesungguhnya di masa depan.

Mencegah pernikahan dini berarti menjaga masa depan generasi. Karena generasi yang kuat lahir dari mereka yang paham: kesiapan lebih berharga daripada ketergesaan. (*)

* Melania Ida, Mahasiswa KKN Tematik Unika Santo Paulus Ruteng

Iklan