Ia menjelaskan, lapangan kerja formal semakin kompetitif di tengah jumlah lulusan perguruan tinggi yang terus bertambah. Sementara itu, kemampuan anggaran pemerintah juga menjadi salah satu faktor yang membuat kesempatan menjadi aparatur sipil negara semakin terbatas.

Kondisi tersebut, kata Johni, menuntut para sarjana memiliki kemampuan beradaptasi dan melihat peluang yang lebih luas.

Seorang lulusan perguruan tinggi, menurutnya, tidak harus selalu menunggu pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan bidang studi yang ditempuh.

“Kalau belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sektor formal, jangan malu untuk mulai berwirausaha dari hal-hal yang paling kecil,” katanya.

Johni mendorong para sarjana untuk memanfaatkan ilmu, keterampilan, kreativitas, serta potensi yang ada di lingkungan sekitar untuk membangun usaha.

Menurutnya, menjadi wirausahawan bukan sekadar alternatif ketika tidak mendapatkan pekerjaan formal. Kewirausahaan justru dapat menjadi jalan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Jangan Lupakan Orang Tua setelah Sukses

Selain persoalan dunia kerja, Johni juga berpesan agar para lulusan tidak melupakan orang tua ketika kelak mencapai kesuksesan.