“Banyak masyarakat yang tanamannya layu hanya karena kesulitan mendapatkan BBM. Itu sebenarnya perang juga,” ujarnya.

Denison mengaku prihatin karena persoalan distribusi BBM berpotensi mengganggu produktivitas sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Rote Ndao.

Menurutnya, alasan gangguan distribusi akibat cuaca kini tidak lagi relevan karena kondisi cuaca telah membaik.

Iklan

“Dulu alasannya cuaca. Sekarang cuaca sudah membaik, tetapi masyarakat masih kesulitan mendapatkan BBM,” katanya.

Ia memastikan DPRD Rote Ndao bersama pemerintah daerah dan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) telah melakukan koordinasi.

Evaluasi secara menyeluruh akan dilakukan setelah rangkaian peringatan HUT RI untuk menemukan akar persoalan sekaligus mencari solusi agar distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Pertumbuhan Ekonomi 7,96 Persen Harus Dirasakan Masyarakat

Denison juga menanggapi capaian pertumbuhan ekonomi Rote Ndao pada 2025 yang mencapai 7,96 persen.

Ia mengapresiasi capaian tersebut. Namun, menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi harus diikuti dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama kelompok ekonomi marginal.

“Secara data kita harus memberikan apresiasi. Tetapi kita juga harus memaknai data itu seperti apa. Jangan hanya secara data, tetapi dampaknya terhadap ekonomi masyarakat marginal juga harus dilihat,” katanya.