Kefamenanu, RakyatNTT.ID – Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., mendorong penguatan penggunaan bahasa Dawan atau Uab Meto di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat TTU.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Perlengkapan Peserta Didik bagi siswa SD dan SMP se-Kabupaten TTU di Aula Bale Biinmafo, Kamis (27/8/2026).

Menurut Yosep Kebo, bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat TTU yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Iklan

Ia menilai sekolah memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan sekaligus mempertahankan penggunaan bahasa daerah sejak anak-anak berada pada usia pendidikan dasar.

Bupati TTU Minta Sekolah Beri Ruang untuk Bahasa Dawan

Bupati berharap sekolah-sekolah di Kabupaten TTU memberikan ruang yang lebih besar bagi penggunaan bahasa Dawan atau Uab Meto dalam lingkungan pendidikan.

Menurutnya, penguatan bahasa daerah tidak harus dipandang bertentangan dengan perkembangan pendidikan modern. Sebaliknya, bahasa lokal dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter sekaligus memperkuat identitas peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan sekolah agar memperhatikan potensi dan kemampuan yang berbeda-beda dari setiap siswa.

“Kalau bidang tertentu siswa lebih pintar, tolong diperhatikan,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik secara umum, tetapi juga mampu mengenali bakat dan potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Pakaian Adat dan Bahasa Dawan jadi Penguat Identitas

Dorongan pelestarian bahasa Dawan juga disampaikan Bupati bertepatan dengan penerapan penggunaan pakaian adat bagi ASN Pemerintah Kabupaten TTU setiap hari Kamis.

Menurutnya, penggunaan pakaian adat dan pelestarian bahasa daerah merupakan dua hal yang dapat berjalan beriringan dalam memperkuat identitas budaya masyarakat TTU.

Pakaian adat menjadi simbol yang terlihat, sementara bahasa daerah menjadi bagian penting dari identitas yang hidup dan digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Karena itu, Bupati menilai pelestarian budaya perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

Bupati Minta Perda Bahasa Dawan segera Didorong

Bupati secara khusus meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU untuk mempercepat langkah regulasi mengenai penggunaan bahasa Dawan di tingkat sekolah.

Ia meminta agar upaya tersebut tidak berhenti sebatas wacana atau penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan tertentu.

Bupati meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera menggenjot Perda penggunaan bahasa Dawan di tingkat sekolah.

Menurutnya, keberadaan regulasi dapat menjadi salah satu landasan untuk memastikan bahasa Dawan mendapatkan ruang yang lebih kuat dalam sistem pendidikan di Kabupaten TTU.

Sekolah Diminta jadi Ruang Pelestarian Bahasa Daerah

Yosep Kebo menilai perkembangan zaman dan perubahan pola komunikasi generasi muda perlu diimbangi dengan upaya menjaga bahasa serta budaya lokal.

Sekolah tidak hanya memiliki tugas menyampaikan pengetahuan akademik, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan identitas peserta didik.

Karena itu, penguatan bahasa Dawan di sekolah diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang mempertemukan kemajuan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya lokal.

Upaya tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat diharapkan ikut mengambil bagian dalam menjaga agar bahasa Dawan tetap hidup dan digunakan oleh generasi muda.

Ingin Anak TTU Berdaya Saing dan Tetap Berakar pada Budaya

Bupati TTU berharap generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga tetap memiliki akar budaya yang kuat.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menurutnya, harus berjalan bersama dengan pemahaman terhadap identitas dan budaya daerah.

Dengan penguatan bahasa Dawan atau Uab Meto di lingkungan pendidikan, generasi muda TTU diharapkan tetap mengenal bahasa leluhur sekaligus mampu menghadapi tuntutan zaman.

Bagi Pemerintah Kabupaten TTU, menjaga bahasa daerah bukan hanya tentang mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memastikan identitas budaya tetap hidup di tengah generasi yang akan menentukan masa depan daerah. (*/rnc)