Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dalam perspektif ini, adat bukan sekadar warisan budaya melainkan sumber otoritas moral yang memiliki legitimasi historis, spiritual dan sosial. Pada Tradisi Masyarakat Adat Timor, pemberian gelar adat bukanlah seremoni simbolik yang dapat dipisahkan dari tata nilai budaya.
Gelar adat merupakan bentuk pengakuan sosial yang lahir melalui mekanisme adat yang memiliki prosedur, otoritas serta legitimasi kolektif. Berbagai atribut yang dikenakan dalam prosesi adat seperti selempang, tongkat kehormatan, maupun simbol kerajaan lainnya, tidak hanya memiliki fungsi estetis melainkan merepresentasikan hubungan spiritual antara komunitas adat, leluhur dan pemimpin yang dihormati.
Oleh sebab itu, setiap penyematan gelar adat pada hakikatnya mengandung kontrak moral antara penerima penghormatan dengan komunitas adat yang memberikannya.
Prosesi penyematan dalam ruang politik bukan ruang adat yang sakral memicu tontonan keresahan kritis bahwa ruang politik memiliki logika yang berbeda dengan ruang adat.

Politik bekerja melalui kompetisi, mobilisasi massa, pembentukan citra dan akumulasi dukungan elektoral, sedangkan adat bertumpu pada penghormatan terhadap nilai, keseimbangan sosial dan legitimasi komunal.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan