Ia kemudian mengajak umat untuk merenungkan apakah selama ini mereka telah menemukan “harta karun” yang sesungguhnya atau justru lebih sibuk mengejar kekayaan duniawi.

Menurutnya, perjumpaan dengan sesama manusia merupakan bagian dari perjalanan menemukan mutiara-mutiara kehidupan yang membawa sukacita menuju Kerajaan Allah.

“Mari kita menjadi mutiara-mutiara kecil untuk hidup sampai pada penemuan sukacita dalam Kerajaan Surga. Tuhan memberkati,” pesannya.

Iklan

Ajak Diaspora jadi Duta Perdamaian

Usai perayaan Ekaristi, Mgr Hans Monteiro memberikan pesan khusus kepada seluruh diaspora asal Flores Timur dan Lembata yang kini menetap di Jabodetabek.

Ia mengingatkan agar masyarakat perantau tidak melupakan akar budaya Lamaholot yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, persaudaraan, dan saling menghormati, tanpa memandang asal daerah maupun agama.

Menurutnya, kehidupan di perantauan harus menjadi ruang untuk memperkuat semangat persatuan dan menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

Ia pun mengajak seluruh diaspora menjadi duta perdamaian, baik di lingkungan tempat tinggal maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemberdayaan Ekonomi jadi Arah Pastoral Keuskupan Larantuka

Dalam kesempatan tersebut, Mgr Hans juga memaparkan arah pastoral Keuskupan Larantuka ke depan.