Mereka ikut mengantar Mgr Hans Monteiro menuju ruang transit sebelum perayaan Ekaristi dimulai.

Tidak hanya itu, dalam resepsi setelah misa syukur, kelompok perantau Muslim juga mempersembahkan pertunjukan kasidahan, yang mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta.

Kebersamaan tersebut menjadi simbol nyata harmoni kehidupan masyarakat Lamaholot yang tetap terpelihara meski berada di tengah kehidupan multikultural Jabodetabek.

Iklan

Uskup Hans: Temukan Yesus sebagai Harta yang Sejati

Dalam homilinya, Mgr Hans Monteiro mengangkat bacaan Injil tentang seorang petani yang menemukan harta karun di sebuah ladang.

Ia menjelaskan bahwa makna terdalam dari kisah tersebut adalah mengajak setiap orang menemukan Yesus Kristus sebagai harta paling berharga dalam kehidupan.

Menurutnya, kekayaan sejati bukanlah materi, melainkan relasi dengan Tuhan yang akan membawa berkat dalam seluruh perjalanan hidup manusia.

“Itulah yang kita kejar dan kita cari, yang akan melipatgandakan seluruh harta kehidupan kita di dunia ini. Saya yakin kita semua hadir di sini bukan pertama-tama karena saya dipilih menjadi Uskup Larantuka, tetapi karena kita semua ingin menemukan dan menerima berkat Tuhan dalam perjalanan hidup kita,” ungkapnya.