Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pemerintah daerah juga sedang berkoordinasi untuk menyiapkan bantuan stimulan bagi para peternak yang mengalami kerugian akibat kematian ternak.
Selain itu, Dinas Peternakan mengimbau seluruh peternak, khususnya di wilayah dataran tinggi, agar segera memindahkan ternak ke tempat yang terlindung dari hujan dan angin serta menambah pakan agar kondisi ternak tetap prima.
“Kami menghimbau seluruh masyarakat yang memiliki ternak di daerah dataran tinggi untuk segera mengamankan ternaknya ke tempat yang terlindung dari angin dan hujan, serta memberikan pakan tambahan agar ternak lebih tahan terhadap suhu dingin,” katanya.
Pihaknya juga berencana menggelar pelayanan kesehatan ternak secara massal berupa pemberian vitamin dan vaksin kepada sapi yang masih hidup paling lambat pada 3 Agustus 2026.
Desa Tunua Catat Korban Terbanyak
Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTS, John Banunaek, menyebut hasil pendataan menunjukkan 49 ekor sapi mati di Desa Tunua hingga 29 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, 15 ekor ditemukan mati di Dusun 2 dan 34 ekor lainnya di Dusun 3.
Selain ternak milik masyarakat, terdapat enam ekor sapi jantan berusia dua tahun milik Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) yang juga mati dengan gejala tubuh gemetar sebelum akhirnya roboh.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan