Kini, beban tersebut telah berakhir setelah air mengalir langsung ke Dusun Rotat.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Amandus yang sudah merelakan kami menarik air dari Nilo secara gratis dan Ibu Yuslin yang sudah berjuang bersama kami hingga air bersih bisa masuk Rotat hari ini. Sekarang kami sudah merdeka dari krisis air,” ujar Mama Maria.

Keberhasilan menghadirkan air bersih di Dusun Rotat menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk mewujudkan pelayanan kepada masyarakat.

Iklan

Kolaborasi antara warga, tokoh masyarakat, dan wakil rakyat berhasil mengakhiri krisis air bersih yang telah berlangsung selama puluhan tahun sekaligus menghadirkan harapan baru bagi generasi mendatang di Kabupaten Sikka. (*/rnc)