Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Air tersebut dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang kurang lebih tiga kilometer hingga mencapai permukiman warga. Aliran air mulai dinikmati masyarakat sejak sehari sebelumnya.
Menariknya, seluruh pembangunan jaringan air bersih ini dilakukan tanpa menggunakan dana APBD Kabupaten Sikka.
Pipa dibeli secara swadaya oleh masyarakat dengan dukungan tokoh masyarakat Yakobus Jano, sementara Yuslin aktif mendampingi proses mulai dari penarikan jaringan hingga air benar-benar mengalir ke rumah-rumah warga.
Berawal dari Aspirasi Warga saat Reses
Perjuangan menghadirkan air bersih bermula saat Yuslin melaksanakan reses pertamanya pada Desember 2024. Dalam pertemuan tersebut, warga mengeluhkan sulitnya memperoleh air bersih meski Dusun Rotat berada di kawasan penyangga Mata Air Wair Puan, sumber air yang selama ini memasok kebutuhan masyarakat Kota Maumere.
Menurut Yuslin, kondisi tersebut menjadi ironi karena masyarakat yang menjaga kawasan sumber air justru belum menikmati akses air bersih yang layak.
“Masyarakat mengungkapkan kerinduan mereka untuk menikmati air bersih yang adil seperti warga Sikka lainnya. Rotat ini penjaga Wair Puan, mata air yang dialirkan untuk masyarakat wilayah Kota Maumere,” tuturnya.
Tokoh Masyarakat Hibahkan Sumber Air demi Warga
Setelah usulan melalui Pokir tidak dapat direalisasikan, Yuslin kemudian mencari solusi lain. Upaya itu membuahkan hasil setelah tokoh masyarakat Suitbertus Amandus bersedia menghibahkan akses terhadap 11 titik mata air Koja demi kepentingan masyarakat Dusun Rotat.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan