Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Karena Pokir tidak bisa direalisasikan, saya mencari cara lain dan mendapatkan 11 mata air dari Bapak Suitbertus Amandus. Beliau ikhlas mengalirkan air demi warga Dusun Rotat. Ini akan menjadi warisan indah untuk generasi-generasi Rotat yang akan datang,” ungkapnya.
Gotong Royong jadi Kekuatan Utama
Yuslin memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh warga yang terlibat dalam pembangunan jaringan air bersih, terutama kaum perempuan yang turut mengangkat pipa besi melewati bukit dan sungai demi mewujudkan impian bersama.
Baginya, keberhasilan proyek tersebut menjadi contoh nyata bahwa budaya gotong royong masih hidup di tengah masyarakat.
“Kisah air minum Rotat ini membuktikan semangat gotong royong itu nyata. Mama-mama turun dengan segenap kekuatan mereka. Kerja keras ini adalah bukti cinta untuk keluarga,” ujar legislator berusia 42 tahun itu.
Warga: Kini Kami Merdeka dari Krisis Air
Kehadiran air bersih disambut penuh haru oleh masyarakat. Salah seorang warga, Mama Maria, mengaku bersyukur karena keluarganya tidak lagi bergantung pada pasokan air tangki yang selama ini menguras pengeluaran rumah tangga.
Sebelumnya, ia harus mengeluarkan sekitar Rp400 ribu setiap bulan untuk membeli dua tangki air bersih.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan