Keberadaan jalan tersebut juga menjadi infrastruktur pendukung menuju Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, sekaligus menghubungkan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Labuan Bajo, Terminal Tipe A Waeklambu, hingga Pelabuhan Pengumpan Reo.

Dengan tersambungnya jalur tersebut, mobilitas wisatawan, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan utara Pulau Flores diharapkan semakin meningkat.

Pemerintah Telah Gelontorkan Rp165 Miliar Sejak 2015

Sejak tahun 2015, Direktorat Jenderal Bina Marga telah menangani pembangunan ruas Labuan Bajo–Terang–Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 78,55 kilometer dengan total investasi sekitar Rp165,43 miliar.

Iklan

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi perhatian Komisi V DPR RI yang turun langsung meninjau perkembangan proyek tersebut.

“Kami mengapresiasi perhatian Komisi V DPR RI beserta kementerian dan lembaga terkait yang telah meninjau langsung progres pembangunan Jalan Lingkar Utara Flores. Kunjungan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Nusa Tenggara Timur,” ujar Johni Asadoma.

Masih Ada 87 Kilometer Jalan yang Belum Tertangani

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto, memaparkan bahwa total panjang Jalan Lingkar Utara Flores mencapai 141,291 kilometer.