Seba, RakyatNTT.ID – Wakil Bupati Sabu Raijua, Thobias Uly, secara resmi membuka kegiatan Penguatan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer dan Komunitas Kabupaten Sabu Raijua Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja P’niel Menia pada Selasa (2/6/2026) dan menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan hingga tingkat desa.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 2 hingga 3 Juni 2026, dihadiri oleh Plt Asisten I Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB beserta jajaran, perwakilan Kantor Kementerian Agama, pimpinan OPD terkait, Ketua TP PKK Kabupaten, para camat, serta Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Sabu Raijua.

Iklan

Sebanyak 54 peserta dari berbagai organisasi perangkat daerah dan sektor terkait mengikuti forum tersebut. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sabu Raijua untuk memberikan penguatan materi terkait Integrasi Layanan Primer (ILP).

Dorong Implementasi Integrasi Layanan Primer

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thobias Uly menegaskan bahwa kondisi geografis Kabupaten Sabu Raijua sebagai daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) membutuhkan inovasi dan kolaborasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan.

Menurutnya, kebijakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digagas Kementerian Kesehatan menjadi solusi untuk menyatukan alur pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga posyandu dengan pendekatan berbasis siklus hidup keluarga.

Ia menjelaskan bahwa seluruh puskesmas di Kabupaten Sabu Raijua telah ditetapkan sebagai Puskesmas ILP sejak tahun 2025 melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/286/SHK-SR/2025.

Namun demikian, implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, hingga dukungan anggaran.

Perkuat Kolaborasi Lintas Program dan Lintas Sektor

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan ILP, Wakil Bupati menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas program dan lintas sektor.

Pada aspek lintas program, seluruh program kesehatan diharapkan dapat terintegrasi tanpa sekat sehingga proses pelayanan, mulai dari pendaftaran hingga penanganan pasien, berjalan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Sementara itu, pada aspek lintas sektor, berbagai instansi seperti Bappeda, Dinas PMD, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Kantor Urusan Agama (KUA), TP PKK, hingga pemerintah desa didorong untuk berperan aktif dalam edukasi dan mobilisasi masyarakat.

“ILP adalah sistem kerja, sedangkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ukuran keberhasilannya. Jika ILP baik, capaian SPM pasti meningkat. Saya minta pertemuan ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang jelas, terukur, dan didukung anggaran yang konkret,” tegas Thobias Uly.

Samakan Persepsi dan Susun Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antarprogram serta antarsektor dalam implementasi Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Sabu Raijua.

Adapun tujuan utama yang ingin dicapai meliputi penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait konsep ILP, identifikasi berbagai tantangan dan solusi dalam pelayanan kesehatan primer, serta penyusunan rencana tindak lanjut bersama yang dapat diterapkan di tingkat puskesmas, desa, maupun kabupaten.

Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua berharap lahir komitmen bersama yang kuat dan berkelanjutan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

Penguatan kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi ILP dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan seperti Sabu Raijua. (*/rnc)