Menurutnya, apabila sebagian besar pekerja didatangkan dari luar daerah, maka manfaat ekonomi dari keberadaan dapur MBG tidak akan dirasakan secara maksimal oleh warga setempat.

Ia menilai program Makan Bergizi Gratis semestinya tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Kalau masyarakat sekitar bekerja di dapur MBG, maka pendapatan mereka akan berputar di lingkungan tersebut. Mereka berbelanja di kios-kios sekitar sehingga UMKM juga ikut berkembang. Sebaliknya, jika tenaga kerja berasal dari luar, manfaat ekonominya tidak dirasakan secara maksimal oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Iklan

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah bersama pengelola dapur MBG untuk lebih terbuka dalam proses perekrutan serta memprioritaskan warga sekitar.

“Pemerintah perlu membantu melakukan sosialisasi kepada pengelola dapur MBG agar perekrutannya benar-benar mengutamakan masyarakat setempat. Dengan begitu, program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga,” pungkasnya. (rnc)