Kalabahi, RakyatNTT.ID – Polemik pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian publik di berbagai daerah. Selain persoalan pengelolaan program, masyarakat juga mulai menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), warga Kelurahan Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, meminta agar pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis yang telah dibangun di wilayah tersebut mengutamakan masyarakat sekitar dalam proses perekrutan tenaga kerja.

Sorotan itu disampaikan oleh warga Kokar, Imanuel Anie, yang mengaku menerima informasi bahwa tenaga kerja yang akan ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut diduga berasal dari luar Kecamatan Alor Barat Laut.

Iklan

Menurut Imanuel, bangunan dapur MBG di Kelurahan Adang telah selesai dibangun, namun hingga saat ini belum mulai beroperasi.

Ia juga menilai lokasi pembangunan dapur kurang ideal karena berada di tengah kawasan permukiman warga.

“Dapurnya memang sudah berdiri, tetapi belum beroperasi. Yang saya sesalkan pertama adalah letaknya yang berada di tengah pemukiman warga. Menurut saya, lokasi tersebut kurang sesuai dengan persyaratan teknis yang ditetapkan Badan Gizi Nasional,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2026).

Warga Keluhkan Permintaan Pemindahan Ternak

Selain persoalan lokasi, Imanuel mengungkapkan adanya keluhan dari masyarakat terkait permintaan pengelola agar ternak babi milik warga dipindahkan dari sekitar area dapur dengan alasan menjaga sterilitas lingkungan.