Kupang, RakyatNTT.ID – Kisruh di tubuh KSP Kopdit Swasti Sari rupanya belum berakhir, meski sudah digelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada 1 Agustus 2026 lalu. Kendati demikian, semangat pengurus-pengawas yang baru dilantik tidak pernah surut untuk melakukan yang terbaik buat lembaga. Terbukti, mereka tetap datang berkantor, meski ruangan rapat dan ruangan kerja dikunci.

Pantauan media ini, Rabu (5/8/2026) pagi, ada beberapa pengurus yang datang ke Kantor Pusat KSP Kopdit Swasti Sari untuk berkantor. Antara lain Yohanes Sason Helan (Ketua), Dominikus Ancis (Wakil Ketua), Yohanes AR. Teme (Sekretaris) dan Servatius Lawang (Bendahara). Sementara dari unsur pengawas hadir Ambrosius Pan (Ketua), Alfian Bara (Sekretaris) dan Isyak Nuka (anggota).

Ketua Pengurus KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan mengaku ada kejanggalan yang mereka jumpai saat berkantor.

Iklan

“Kami sudah berkantor dari kemarin, tapi ada kejanggalan-kejanggalan. Kami mau masuk di ruangan rapat, ternyata dikunci,” sebut Sason Helan.

Dia menyebut kunci ruangan rapat di Kantor Utama dibawa oleh Welem Geri. Padahal kunci ruangan yang merupakan aset koperasi, harusnya diamankan oleh security yang bertugas 1×24 jam.

“Kemarin di Kantor Cabang Kota Kupang, ruangan rapat dan aula juga digembok oleh Welem Geri dan Frans Krowin. Ini perbuatan tidak beretika dan bermoral,” ujarnya.