Seba, RakyatNTT.ID – Bupati Sabu Raijua, Krisman B. Riwu Kore, S.E., M.M., menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Triwulan I Tahun 2026 kepada 26 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Keduru, Kecamatan Sabu Timur, Senin (15/6/2026).

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Keduru dan turut dihadiri Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sabu Raijua beserta jajaran, Camat Sabu Timur, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Keduru bersama perangkat desa, serta Ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Keduru.

Dalam laporannya, Kepala Desa Keduru menjelaskan bahwa total Dana Desa reguler tahun 2026 yang diterima desa tersebut mencapai Rp354.459.000. Dari jumlah itu, sebesar Rp62.400.000 dialokasikan untuk program BLT Dana Desa selama 12 bulan.

Iklan

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sebesar Rp200 ribu per bulan. Khusus penyaluran Triwulan I yang mencakup Januari hingga Maret 2026, masing-masing KPM menerima total bantuan sebesar Rp600 ribu.

Dalam sambutannya, Bupati Krisman B. Riwu Kore menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Ia juga menjelaskan adanya penyesuaian Dana Desa tahun 2026 akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

“Dana desa yang dulunya rata-rata satu miliar rupiah, kini disesuaikan menjadi 300 hingga 400 juta rupiah. Kebijakan pusat ini dilakukan untuk mendanai program strategis nasional lainnya, salah satunya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk kesehatan generasi muda kita. Pengurangan anggaran sebesar Rp164 miliar juga berdampak pada APBD Kabupaten Sabu Raijua,” ujar Bupati Krisman.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, ia memastikan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua tetap berkomitmen menjalankan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, bantuan sosial seperti uang duka, pemasangan lampu jalan, bantuan seragam sekolah, hingga dukungan bagi sektor produktif tetap akan disalurkan secara bertahap.

“Pemkab berkomitmen menyalurkan bantuan secara proporsional sesuai potensi wilayah. Untuk desa berbasis pertanian, kita siapkan kawat duri, alat pertanian, dan obat-obatan. Bantuan ini bersifat stimulan untuk memicu kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Bupati juga meminta Kepala Desa Keduru untuk aktif mendata lahan-lahan potensial milik warga dan membentuk kelompok usaha agar dapat memperoleh intervensi bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan.

Lebih lanjut, Krisman B. Riwu Kore mengungkapkan keberhasilan pemerintah daerah dalam memperjuangkan tambahan anggaran dari pemerintah pusat guna mengatasi keterbatasan fiskal daerah.

Hasil audiensi dengan sejumlah kementerian, kata dia, membawa dampak positif bagi pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua.

“Tahun ini Sabu Raijua mendapatkan bantuan renovasi rumah sebanyak 1.000 unit. Rinciannya, 500 unit dari Kementerian Dalam Negeri, 300 unit dari Kementerian Perumahan, dan 200 unit dari Balai Provinsi,” ungkapnya.

Selain bantuan rumah, Kabupaten Sabu Raijua juga memperoleh dukungan revitalisasi tambak garam seluas 45 hektare yang kini telah beroperasi dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Di akhir arahannya, Bupati Krisman berpesan agar bantuan BLT Dana Desa yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Saya berharap bantuan BLT ini dipergunakan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Manfaatkan dengan baik dan jangan disalahgunakan,” pungkasnya. (*/rnc)