Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis dalam menghadapi meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan mahasiswa.

Melalui pengembangan kurikulum literasi kesehatan mental dan pembentukan peer support group di setiap fakultas, kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berupaya menciptakan ruang aman bagi mahasiswa sekaligus menekan risiko depresi hingga bunuh diri.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi strategis bersama Mennonite Central Committee (MCC) dan Yayasan Kerja Sama Perdamaian dan Akademik Indonesia (YKPAI) yang berlangsung di Ruang 202 Rektorat Undana, Rabu (29/7/2026).

Iklan

Rapat dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., sebagai respons terhadap meningkatnya kasus depresi dan bunuh diri yang menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di lingkungan perguruan tinggi.

Fenomena Depresi Terselubung jadi Alarm

Dalam pertemuan tersebut, tim Mental Health Project Undana menegaskan bahwa persoalan kesehatan mental telah memasuki fase yang membutuhkan penanganan cepat karena dampaknya dapat meluas, termasuk memicu tindakan bunuh diri.

Psikolog Rizky Pradita Manafe, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa persoalan kesehatan mental berkaitan erat dengan meningkatnya berbagai bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun melalui ruang digital.