Surabaya, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat dengan menjalin kerja sama strategis bersama Universitas Airlangga melalui Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair).

Kesepakatan tersebut ditandatangani di ruang Prabu lantai 8 Universitas Airlangga, Senin (13/4/2026), oleh Bupati TTU Yosep Falentinus D. Kebo dan Direktur RS Unair Muhammad Ardian Cahya Laksana.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret Pemkab TTU dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama untuk mengatasi berbagai keterbatasan yang masih dihadapi daerah, seperti minimnya tenaga dokter spesialis dan tenaga kesehatan tertentu.

Iklan

“Kerja sama ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sistem layanan kesehatan serta memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang lebih baik,” ujar Bupati Yosep.

Selain peningkatan layanan medis, kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat penanganan sejumlah persoalan kesehatan prioritas, termasuk upaya penurunan angka stunting yang masih menjadi tantangan di Kabupaten TTU.

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat TTU diharapkan memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih komprehensif, mulai dari layanan rawat jalan hingga rawat inap. Sistem rujukan juga akan diperkuat, termasuk layanan pemeriksaan bayi baru lahir yang dikoordinasikan antara Dinas Kesehatan TTU dan RS Unair.

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Keperawatan RS Unair, Pradana Zaky Romahdhon, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai langkah Pemkab TTU sebagai strategi penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan di daerah.

“Kami siap mendukung peningkatan layanan kesehatan, termasuk penguatan layanan spesialistik melalui kolaborasi ini,” ujarnya.

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup layanan kesehatan komprehensif seperti rawat jalan dan rawat inap, serta layanan spesialistik seperti hemodialisis dan obstetri neonatal emergency komprehensif.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penanganan penyakit tuberkulosis, serta pengembangan layanan kesehatan seperti hipotiroid kongenital (HK), HAK, dan defisiensi enzim G6PD.

Penandatanganan kerja sama ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkab TTU, di antaranya Kabag Pemerintahan Setda TTU Ireneus Abi, Analis Kebijakan Ahli Muda Didymus Saijao, Plh. Kabid Kesehatan Masyarakat Maria Imelda Kolo, serta jajaran manajemen RS Universitas Airlangga.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab TTU berharap mampu menghadirkan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus mempercepat peningkatan derajat kesehatan di wilayah tersebut. (*/rnc)