Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Gagasan ini tidak sulit ditemukan dalam kehidupan Indonesia hari ini, meskipun sering kali tidak hadir dalam seremoni. Dalam politik, Megawati Soekarnoputri memperlihatkan bagaimana keteguhan terhadap konstitusi dan ideologi negara tetap dijaga di tengah dinamika kekuasaan yang tidak selalu stabil. Di panggung global, Retno Marsudi menempatkan Indonesia dalam percakapan internasional sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama, bukan sekadar sebagai simbol, tetapi sebagai aktor diplomasi yang diperhitungkan.
Sementara itu, di bidang ekonomi, Sri Mulyani Indrawati menunjukkan bahwa pengelolaan negara bukan hanya soal angka, tetapi juga arah dan keberpihakan kebijakan. Namun, wajah perempuan modern tidak selalu berada di pusat kekuasaan. Di pedalaman Papua, dr. Maria Louisa Rumateray—yang akrab disebut “dokter terbang”—justru menghadirkan makna yang lebih sunyi, tetapi mendasar. Dengan menjangkau masyarakat adat yang tidak tersentuh akses jalan, kerja medis berubah menjadi bentuk keberpihakan yang konkret.
Di ruang yang berbeda, Megawati Hangestri Pertiwi membawa nama Indonesia ke panggung olahraga internasional, menunjukkan bahwa disiplin dan kerja keras juga merupakan bentuk kontribusi. Sementara itu, di ranah media, Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi menghadirkan peran perempuan dalam menjaga nalar publik—mengajukan pertanyaan, mengawal isu, dan menjaga agar percakapan demokrasi tidak kehilangan arah.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

