Ia menjelaskan, di Baun wisatawan akan diperkenalkan dengan situs peninggalan kerajaan serta kuliner khas, termasuk proses pengasapan daging se’i babi secara tradisional. Sementara di Pantai Lasiana, wisatawan akan mendapatkan edukasi mengenai pengolahan pohon aren dan tuak menjadi gula lempeng.

Sebanyak 35 pemandu wisata dari HPI akan dilibatkan untuk mendampingi wisatawan selama kunjungan. Selain itu, PT Flores Komodo Tours juga menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk menyiapkan selendang sebagai bagian dari prosesi penyambutan.

Untuk layanan transportasi, selain menggunakan agen travel resmi, sebagian wisatawan juga kerap memanfaatkan jasa transportasi individu di sekitar pelabuhan.

Iklan

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya penataan dan standarisasi layanan transportasi, khususnya bagi taksi dan ojek individu yang beroperasi di area pelabuhan.

“Untuk taksi atau ojek individu, perlu ada standarisasi yang jelas. Sebelum kedatangan kapal pesiar, kita beri arahan, pelatihan, dan pembekalan terkait tata kelola pelayanan wisatawan. Semua yang terlibat harus terdata, terlatih, dan mengikuti mekanisme resmi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kunjungan kapal pesiar ini harus dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata NTT ke tingkat internasional.