Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan arahan strategis yang menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa fokus utama bukan hanya pada pengobatan, tetapi bagaimana menjaga masyarakat tetap sehat.

“Penguatan layanan kesehatan harus dimulai dari Puskesmas melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) dan program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujar Menkes.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2027, pemerintah pusat akan mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembangunan baru sebanyak 10.000 Puskesmas di seluruh Indonesia. Untuk rumah sakit, pemerintah pusat akan mendukung pengadaan alat kesehatan secara bertahap, sementara pemerintah daerah diminta menyiapkan infrastruktur gedung.

Iklan

Menkes juga meminta daerah yang telah melakukan audiensi untuk segera melengkapi data dukungan. Koordinasi terkait Puskesmas diarahkan ke Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, sedangkan rumah sakit ke Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.

Selain itu, terdapat sejumlah pesan penting yang disampaikan kepada kepala daerah dan jajaran kesehatan. Menkes menekankan bahwa keberhasilan layanan kesehatan diukur dari capaian promotif-preventif, bukan semata kuratif-rehabilitatif.