Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Situasi ini membuat pelaku pasar mengambil sikap wait and see sambil memantau perkembangan geopolitik yang berpotensi terus menekan mata uang negara berkembang.
3. Respons Menteri Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan pelemahan Rupiah hingga menyentuh Rp17.000. Ia menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih kuat.
“Saya tidak tahu kenapa Rupiah melemah. Silakan tanyakan ke Bank Sentral,” ujarnya.
4. Tekankan Independensi Bank Sentral
Purbaya menegaskan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia dalam mengelola kebijakan moneter. Ia enggan memberikan komentar teknis terkait pergerakan nilai tukar guna menghindari persepsi intervensi.
“Jika saya berbicara terlalu jauh, bisa berdampak pada kebijakan Bank Sentral,” katanya.
5. Tetap Optimistis pada Ekonomi Nasional
Meski Rupiah berada di bawah tekanan, pemerintah tetap optimistis terhadap ketangguhan ekonomi nasional. Purbaya menilai aktivitas ekonomi domestik justru sedang mengalami percepatan.
Menurutnya, jika tidak ada gangguan eksternal, nilai tukar Rupiah seharusnya mencerminkan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai masih solid.
Pelemahan Rupiah ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga energi. Ke depan, stabilitas nilai tukar akan sangat bergantung pada perkembangan eksternal serta respons kebijakan dari otoritas moneter. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

