“Dengan adanya tiga bendungan besar di Kabupaten Kupang, akan sangat keliru jika potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Gubernur turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong wilayahnya sebagai salah satu lumbung pangan di NTT. Ia optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, serta TNI dan Polri, kemajuan daerah dapat tercapai.

Lebih jauh, Melki menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian guna meningkatkan nilai tambah produk. Ia mendorong agar jagung tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah dan dikemas secara baik.

Iklan

“Kita tidak boleh hanya berhenti pada tanam dan panen. Jagung harus diolah dan dikemas agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” jelasnya.

Terkait pemasaran, Gubernur memastikan Bulog tetap menjadi pasar utama, namun peluang lain seperti NTT Mart dan jaringan toko lokal juga perlu dimanfaatkan.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur terhadap pengembangan sektor pertanian di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan produksi.

Menurutnya, Amarasi Selatan yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah peternakan kini mulai berkembang sebagai sentra pertanian jagung. Saat ini, sekitar 140 hektar lahan telah ditanami jagung.