“Kami siap mendukung kebutuhan masyarakat, mulai dari alat pertanian hingga pendampingan penyuluh,” ujarnya.

Yosef juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Bulog agar hasil panen petani dapat terserap dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.400 per kilogram dengan kadar air 14 persen.

Dalam sesi dialog, Ketua Kelompok Tani Nonotasi, Monico Tnunay, mengungkapkan bahwa pertanian di wilayah tersebut masih bergantung pada curah hujan. Ia berharap adanya bantuan pembangunan embung mini untuk mendukung ketersediaan air.

Iklan

Menanggapi hal itu, Bupati Kupang menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk membantu pembangunan embung, dengan syarat lahan yang disiapkan bukan kawasan hutan.

Mengakhiri kegiatan, Gubernur Melki kembali menegaskan pentingnya perubahan pola pikir petani melalui konsep hilirisasi.

“Tanam, panen, olah, kemas, jual. Itu yang harus kita biasakan ke depan. ‘Tapa Oke Ju’,” pungkasnya. (*/rnc)