Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dari total sekitar 3.442 desa dan kelurahan di NTT, setiap wilayah didorong memiliki minimal satu produk unggulan. Sekolah, khususnya SMA dan SMK, juga diarahkan untuk menghasilkan produk melalui program OSOP sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan.
“Kalau setiap desa dan sekolah punya produk, ditambah komunitas, maka kita akan punya ribuan produk lokal. Ini kekuatan ekonomi baru,” jelas Melki.
NTT Mart sendiri diposisikan sebagai pusat distribusi atau “rumah besar” yang menampung dan memasarkan produk dari desa, sekolah, dan komunitas.
“Produk kita kumpulkan, dikemas dengan baik, lalu dijual. Ini bukan sekadar jual beli, tapi membangun ekosistem ekonomi,” tambahnya.
Belu jadi Simpul Ekonomi Perbatasan
Gubernur menilai Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi simpul perdagangan, termasuk dengan Timor Leste.
“Belu ini daerah niaga. Kalau perputaran ekonomi lokal kuat, dampaknya sangat besar,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan pasar, Pemprov NTT mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk aktif membeli produk lokal melalui NTT Mart.
“Kalau ASN sisihkan minimal Rp100 ribu per bulan, perputaran uang bisa miliaran dan sangat membantu UMKM,” ujarnya.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

