“GMNI mungkin tidak bisa menyembuhkan penyakit yang mereka derita ataupun memenuhi semua kebutuhan, tetapi kami hadir untuk sedikit meringankan beban pasien dan keluarga pendamping,” tambahnya.

Selain menyalurkan bantuan, kader GMNI juga berdialog langsung dengan para pasien untuk memberikan dukungan moral agar tetap semangat menjalani proses pengobatan.

Dalam kesempatan itu, GMNI Kupang juga mendorong pemerintah daerah asal para pasien agar memberikan perhatian lebih, termasuk intervensi anggaran dan fasilitas bagi masyarakat yang harus tinggal sementara di rumah singgah selama masa perawatan.

Iklan

Sementara itu, Ketua Yayasan Ratu Pecinta Damai, Virgo, menyampaikan apresiasi atas kepedulian GMNI terhadap para pasien.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman GMNI yang sudah berbagi dengan rumah singgah pasien. Harapan kami ke depan ada kolaborasi lebih luas agar semakin banyak pihak yang peduli dan saling membantu,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap aspek administrasi masyarakat, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), status kependudukan, serta jaminan kesehatan, guna mempermudah akses layanan bagi para pasien.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai solidaritas dan kemanusiaan di momen peringatan Dies Natalis GMNI ke-72. (*/rnc)