Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami jam lima pagi sudah berangkat dari rumah supaya tidak terlambat. Kami hanya berharap semoga ada perhatian dari pemerintah dengan membuka jalan agar kendaraan bisa masuk ke kampung kami,” ujarnya penuh harap.
Lebih dari Setengah Abad tanpa Pembangunan
Keluhan serupa disampaikan Petrus Doni Uher, salah satu orang tua siswa di Dusun Woka. Ia menyebutkan bahwa wilayah tempat tinggalnya belum pernah merasakan pembangunan selama lebih dari 55 tahun.
“Dusun kami ini seperti belum merasakan kemerdekaan. Air bersih tidak ada, jalan tidak ada, listrik juga tidak ada sejak kami lahir. Sudah 55 tahun. Sebenarnya apa kesalahan kami sampai seakan dilupakan oleh pemerintah,” ungkap Petrus dengan nada kecewa.
Menurutnya, Woka menjadi satu-satunya dusun di Kabupaten Flores Timur yang hingga kini belum memiliki akses jalan, air bersih, maupun penerangan listrik.
Keterbatasan tersebut membuat warga Dusun Woka merasa terpinggirkan dari pembangunan. Namun di balik kondisi itu, anak-anak tetap menunjukkan keteguhan hati untuk menempuh pendidikan.
Dengan langkah kecil di jalan setapak dan semangat besar untuk mengubah masa depan, mereka terus berjalan setiap hari menuju sekolah. Kisah anak-anak Dusun Woka menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan, sekaligus pengingat bahwa akses pendidikan yang layak masih menjadi perjuangan bagi sebagian anak bangsa di pelosok negeri. (*/rnc)




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

