Kupang, RakyatNTT.ID Minimnya infrastruktur dan buruknya akses di enam kecamatan wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi sorotan publik.

Kondisi jalan rusak parah dan keterisolasian wilayah tersebut dinilai mencerminkan potret penderitaan puluhan ribu warga di kawasan yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pengamat Kebijakan Publik, Lazarus Jehamat, S.Sos,.MA, menilai kondisi Amfoang menunjukkan adanya sikap diam negara terhadap derita rakyatnya sendiri.

Iklan

“Amfoang itu satu dari sekian cerita buruk bukti kealpa-an negara pada rakyatnya. Banyak jalan dan infrastruktur yang hancur dalam beberapa tahun terakhir. Rakyat bukan tidak bersuara. Rakyat sudah sering berteriak dengan berbagai cara agar negara membuktikan kehadirannya,” tegas Lazarus.

Dinilai Cerminkan Kinerja Buruk Pemerintah

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini menyebut kondisi Amfoang mencerminkan buruknya kinerja pemerintah, mulai dari tingkat Kabupaten Kupang, Pemerintah Provinsi NTT, hingga Pemerintah Pusat.

Menurutnya, penderitaan warga Amfoang bukan hal yang tidak diketahui pemerintah. Namun, ia menilai ada kecenderungan pengabaian karena fokus pada program-program unggulan yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan riil masyarakat.