Jeritan, kepanikan, dan perjuangan hidup di tengah gelombang menjadi pengalaman yang tak pernah terhapus dari ingatan para penyintas.

Angka yang Mengguncang Nurani

Fakta paling menyayat hati adalah perbedaan mencolok antara data manifes dan jumlah korban yang kemudian tercatat dalam proses pencarian.

Selama 10 hari pencarian resmi (31 Januari–9 Februari 2006), tercatat:

Iklan
  • 162 orang selamat
  • 107 orang meninggal dunia
  • Total korban ditemukan: 269 orang

Angka tersebut belum termasuk mereka yang hilang dan tak pernah ditemukan, baik anak-anak maupun orang dewasa, yang diyakini turut menjadi korban dalam tragedi ini.

Di balik ketidaksesuaian data dan kelalaian administrasi, ada nyawa-nyawa yang tak pernah tercatat, namun nyata ada dan dicintai oleh keluarga mereka.

Tiket JM Ferry

Duka yang Tak Terhapus Waktu

Tragedi JM Ferry bukan sekadar angka atau daftar nama di atas kertas. Mereka adalah ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga, yang hingga kini sebagian jasadnya masih bersemayam di dasar laut, dipeluk sunyi oleh samudera.

Dua puluh tahun berlalu, namun luka bagi keluarga korban dan masyarakat NTT belum sepenuhnya sembuh. Setiap 31 Januari, ingatan itu kembali mengetuk, membawa kesedihan yang sama.

Menolak Lupa, Ambil Pelajaran

Peringatan 20 tahun tragedi JM Ferry adalah panggilan nurani bagi kita semua. Bahwa keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama. Akurasi manifes, kelayakan kapal, serta kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem bukan sekadar prosedur, melainkan soal nyawa manusia.