Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh kru KRI Pandrong yang telah menyelamatkannya dari keganasan Pukuafu. “Untuk semua pihak yang telah ikut dalam upaya penyelamatan para korban, di mana pun kalian berada, saya sampaikan terima kasih,” kata Arwadi.
Dokumen yang Menjadi Saksi Bisu
Waktu boleh berlalu, tetapi lembaran dokumen pelayaran yang tersisa—manifes penumpang, daftar awak kapal, dan Surat Izin Berlayar (Port Clearance)—tetap menjadi saksi bisu detik-detik terakhir sebelum kapal bertolak. Dokumen-dokumen itu berhasil diabadikan oleh salah satu korban selamat, Arwardi Adu, dan hingga kini menjadi kenangan pahit yang terus ia simpan dan ceritakan.
Dalam manifes akhir, tercatat 82 penumpang, 33 kendaraan, dan 23 awak kapal.
Pada pukul 16.15 WITA, Syahbandar Kupang menerbitkan Surat Izin Berlayar. KMP Citra Mandala Bahari dinyatakan laik laut dan resmi meninggalkan pelabuhan, membawa harapan untuk tiba dengan selamat di tanah Rote.
Tak ada yang menyangka, itu adalah perjalanan terakhir.

Malam yang Mengubah Segalanya
Malam itu, cuaca ekstrem dan ganasnya arus Selat Pukuafu mengubah segalanya. KMP Citra Mandala Bahari yang dinakhodai Marianus Kotten dilaporkan mengalami gangguan kemudi sebelum akhirnya karam di lautan, menutup pelayaran dengan duka mendalam.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

