Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kefamenanu, RakyatNTT.ID – Jemaat Syalom Maumolo, Klasis Timor Tengah Utara (TTU), memaknai perayaan Natal 2025 dengan aksi nyata melalui penanaman anakan Pinang Alor, Kamis (25/12/2025).
Kegiatan ini menjadi simbol penghayatan iman yang diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan ekonomi jemaat.
Penanaman anakan pinang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Jemaat Syalom Maumolo, Pdt. Petriwani Banamtuan, STh, dan diikuti oleh jemaat lintas usia yang tersebar di lima rayon gereja. Anakan pinang ditanam di pekarangan rumah warga serta lahan milik jemaat.
Pendeta Iwan Banamtuan, yang akrab disapa Pdt. Iwan, menjelaskan bahwa perayaan Natal tidak semata-mata mengenang kelahiran Yesus Kristus, melainkan bagaimana makna kelahiran itu menghadirkan kehidupan, harapan, dan masa depan yang baru.
“Pada Hari Natal, jemaat tidak hanya menerima kabar sukacita melalui firman, tetapi juga menerima anakan Pinang Alor sebagai tanda nyata bahwa iman harus berbuah dalam tindakan yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Pdt. Iwan, Pinang Alor merupakan tanaman yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan perawatan untuk dapat tumbuh dan menghasilkan buah. Hal tersebut menjadi gambaran iman Kristen yang harus ditanam, dirawat, dan dijaga agar bertumbuh serta memberi hasil pada waktunya. Natal, kata dia, mengingatkan bahwa Allah bekerja melalui proses, bukan jalan pintas.
Selain itu, pembagian anakan pinang juga menjadi sarana edukasi bagi jemaat tentang tanggung jawab terhadap ciptaan. Allah yang lahir di palungan adalah Allah yang mengasihi seluruh ciptaan, tidak hanya manusia, tetapi juga tanah, kebun, dan lingkungan tempat manusia hidup.
“Menanam berarti ikut ambil bagian dalam merawat bumi yang Tuhan percayakan kepada kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pdt. Iwan menegaskan bahwa anakan Pinang Alor yang dibagikan kepada setiap keluarga juga mengandung makna harapan ekonomi dan kemandirian. Meski saat ini masih berupa bibit kecil, ke depan tanaman tersebut berpotensi menjadi sumber berkat yang menopang kehidupan keluarga dan bahkan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, jemaat diingatkan bahwa makna Natal tidak berhenti pada perayaan satu hari di gereja. Natal harus terus hidup, ditanam di tanah, dirawat di kebun, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap anakan pinang yang ditanam menjadi simbol doa yang bekerja, iman yang bergerak, dan pengharapan yang terus bertumbuh.
Diharapkan, Pinang Alor yang ditanam tidak hanya bertumbuh secara jasmani, tetapi juga menumbuhkan kesadaran rohani jemaat bahwa Allah yang lahir dalam kesederhanaan mengundang umat-Nya untuk setia dalam hal-hal kecil, agar pada waktunya dapat menuai berkat yang besar. (rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

